Latest Entries »


udah lama ga’ ngebahas tentang band yag satu ini. Setelah ngeluarin single Major pertama mereka yang berjudul [Yume] ~Mugen no Kanata~ pada tanggal 19 januari kemarin dan dijadiin Ending serial anime Level E, kini ada kabar terbaru dari mereka. Kabarnya mereka akan ngeluarin single ke-2 Major mereka yang diberi judul [BLUE], dan single terbaru mereka ini akan di jadiin OPening 14 serial anime terpopuler yang berjudul BLEACH, begitu yang gue baca di situs resmi mereka http://www.vivid-sounds.com.

Iklan

Opening Bleach

Kali ini saya akan menulis tentang opening dari serial Anime: Bleach

hmmmm……

kita mulai sj …. 😀

di mulai dari :

OP01

Orange Range – ~Asterisk~

OP02

UVERworld – D-technoLife

OP03

High and Mighty Color – Ichirin no Hana

OP04

Beat Crusaders – Tonight, Tonight, Tonight

OP05

YUI – Rolling Star

OP06

Aqua Timez – Alones

OP07

Asian Kung-fu Generation – After Dark

OP08

Kelun – Chu-bura

OP09

Aqua Timez – Velonica

OP10

SCANDAL – Shoujo S

OP11

Porno Graffitti – Anima Rossa

OP12

MIWA – chAngE

OP13

Sid – Ranbu no Melody

ViViD

Mungkin belum banyak yang tau tentang band Visual Kei ini, kalo gitu mari saya perkenalkan mereka pada kalian. 😀

band ini beranama ViViD, di bentuk bulan maret 2009.  Mereka adalah Shin (Voc), Reno & Hyouga (Gitar), IV (Bass), dan Ko-ki (Drum). Mereka di asuh oleh Indie.PSC yaitu tempat bernaungnya band-band indie di PSC (Peace & Smile Company). Musik yang mereka bawakan cukup catchy, easy listening & nuansa Rocknya sangat terasa. 🙂

Di bawah label Indie, mereka ngeluarin maxi-single pertama yaitu Take-off di bulan september. Beberapa bulan berikutnya mereka ngeluarin maxi-single yang berjudul Dear + PV pertama mereka. Tidak sampai disitu aja, selanjutnya mereka ngeluarin Mini album pertama mereka yang berjudul THE ViViD COLOR + PV. Mereka juga sempat ikut di V-ROCK FESTIVAL 09, di festival tersebut mereka bawain lagu mereka yang judulnya Take-off & Dear.

Selanjutnya mereka ngeluarin Maxi Single ke 3 mereka yang berjudul Across The Border + PV. Di bulan selanjutnya mereka ngeluarin Maxi single lagi yang di beri judul PRECIOUS + PV.

hmmmmm…….

Ada kabar gembira dari band ini untuk para fansnya, mereka akan mengakhiri status indie dan menggelar konser terakhir sebagai band indie pada tanggal 27 Desember 2010, karena di awal tahun 2011 ViViD akan merubah status indie mereka menjadi band Mayor di bawah label Epic Records, sekalian juga ViViD ngeluarin maxi single mayor pertama mereka pada tanggal 19 Januari 2011.

Band ini paling cepat menjadi mayor mendahului senior-senior mereka yang ada di PSC.Indie seperti Screw, Born, & D=Out & mereka akan berdiri di garis depan PSC bersama the GazettE, Alice Nine, SuG (baru-baru saja menjadi band mayor di awal tahun 2010), Kra & Kaggra (Band ini udah ngumumin kalo mereka akan Disband atau bisa di bilang mereka akan bubar).

hmmmmmm …….

demikian pembahasan saya tentang band Visual Kei ini. 🙂

Arigatou 😀

Kali ini saya akan membahas tentang Kamen Rider baru setelah kemarin Kamen Rider W (Daburu) udah selesai / tamat. Sebut saja Kamen Rider 000 atau lebih kerennya Kamen Rider Ozu, hhe ….. 😀

Menurut saya Kamen Rider ini lain dari pada yang lain 🙂 , saya bilang gitu karena Ozu mempunyai 3 form dalam satu bentuk, contohnya perubahan pertama, yaitu TaToBa singkatan dari Taka (Elang), Tora (Harimau), Batta (Belalang).

nih contonhya ….

keren kan … ???? 😀

kayaknya masi banyak form yang lainnya,  jadi ga sabar liat yang lainnya … 🙂

the GazettE

BIOGRAFI

 

Gazette bermula pada awal tahun 2002, terdiri dari lima angota yang kesemuanya laki-laki, meski masih muda, mereka sudah cukup berpengalaman di dunia musik. Tiga dari personelnya telah bekerjasama di band-band lama (Ma’die Kusse dan Kar+te=zyAnose); dimana vokalisnya adalah Ruki, salah satu gitarisnya Uruha dan bassisnya Reita. Dua mantan member dari Artia melengkapi formasi awal ini; Aoi pada Gitar dan Yune pada drum. Setelah resmi bergabung di label Matina, mereka merilis single pertama, Wakaremichi, dan sebuah video dalam bentuk VHS pada bulan April, melalui berbagai acara dan perilisan omnibus dengan segera mengangkat nama mereka. Band ini pun sukses menggelar oneman pertama pada bulan Oktober di tahun itu. Pada akhir tahun mereka ikut ambil bagian di acara “FINAL PRELUDE 2002~2003 Matina PRESENTS” karena label Matina ini akan bubar.

Pada tahun 2003, Yune menggumumkan akan meninggalkan Gazette. Dia dengan segera digantikan oleh Kai (ex Mareydi†Creia) dan band ini lalu bergabung dengan label PS Company. Mereka ambil bagian di tur pertama bersama dengan rekannya dari band indie Hanamuke, dan merilis mini album pertama Cockyane Soup selanjutnya diikuti dengan perilisan dua mini album lainnya dua bulan sesudahnya. Pada sisa tahun, mereka melanjutkan dengan mengadakan tur Beauti-Fool’s Fest 2003 bersama dengan artis lainnya seperti Merry dan D’espairsRay.

Gazette menggebrak tahun 2004 dengan mengadakan oneman di Shibuya AX (konser ini kemudian dirilis dalam bentuk DVD) dan saat itu juga mereka membuka fan club secara resmi. Mendekati akhir tahun, band ini merilis DVD live kedua dan kemudian mereka memberikan fans mereka apa yang telah dinantikan lebih dari dua tahun, yaitu album perdana mereka Disorder. Di bulan Desember, mereka ikut berpartisipasi di Beauti-Fool’s Fest dan menggelar sebuah tur kecil.

Tahun 2005, Gazette nampaknya mengerahkan seluruh waktu mereka di bis tur atau di panggung karena hampir tiada hentinya mereka menggelar tur ke seluruh negeri. Beberapa item dirilis di antaranya tur dan photobook pertamanya “Verwelktes Gedicht”, yang dijual di bulan September. Akhirnya mereka beristirahat singkat hingga bulan Desember yang dilanjutkan dengan keikutsertaannya pada acara “PEACE & SMILE CARNIVAL TOUR 2005” dengan memakai nama label dan merilis single Cassis yang menjadi single terakhir yang dirilis dibawah nama Gazette.

Tahun 2006 merupakan tahun yang sangat sibuk untuk Gazette. Mereka mengganti nama dari ‘Gazette’ yang ditulis dalam huruf Jepang, menjadi The GazettE, ditulis dalam bahasa Inggris, band ini menggebrak tahun itu dengan merilis sebuah album baru Nil. Mereka dengan segera melakukan tur besar-besaran, menjangkau seluruh Jepang dengan lebih dari tiga puluh pertunjukkan. Tur finalnya diadakan di Nippon Budokan, salah satu tempat penyelenggaraan terbesar di Jepang, dan habis terjual. Mereka juga mengadakan pertunjukkan Eropa pertamanya di Jerman pada akhir Juli, untuk menyenangkan fans internasional mereka. Kemudian masih di tahun itu, mereka membuka homepage resmi versi bahasa inggris pada bulan Oktober.

Mereka mengakhiri 2006 dan mengisi tahun 2007 dengan jadwal tur dan single-single baru sebelum mengumumkan perilisan album baru STACKED RUBBISH pada musim panas, dan penyelenggaran dua buah tur. Tur pertama akan dimulai pada awal Juni, yang diadakan dari musim panas hingga gugur, dan tur keduanya akan menutup bulan musim dingin. Untuk menyenangkan para fans internasional mereka, The GazettE memutuskan untuk kembali ke Eropa dengan mengadakan sebuah rangkaian tur kecil yang akan diadakan di Jerman, Perancis, Finlandia, dan Inggris pada bulan Oktober.

sumber : http://imanharajukumen.blogspot.com/2008/11/biografi-gazette-bermula-pada-awal.html

Teknologi informasi

Teknologi Informasi dilihat dari kata penyusunnya adalah teknologi dan informasi. Secara mudahnya teknologi informasi adalah hasil rekayasa manusia terhadap proses penyampaian informasi dari bagian pengirim ke penerima sehingga pengiriman informasi tersebut akan lebih cepat, lebih luas penyebarannya, dan lebih lama penyimpanannya.

 

Sejarah

Pada awal sejarah, manusia bertukar informasi melalui bahasa. Maka bahasa adalah teknologi, bahasa memungkinkan seseorang memahami informasi yang disampaikan oleh orang lain. Tetapi bahasa yang disampaikan dari mulut ke mulut hanya bertahan sebentar saja, yaitu hanya pada saat si pengirim menyampaikan informasi melalui ucapannya itu saja. Setelah ucapan itu selesai, maka informasi yang berada di tangan si penerima itu akan dilupakan dan tidak bisa disimpan lama. Selain itu jangkauan suara juga terbatas. Untuk jarak tertentu, meskipun masih terdengar, informasi yang disampaikan lewat bahasa suara akan terdegradasi bahkan hilang sama sekali.

Setelah itu teknologi penyampaian informasi berkembang melalui gambar. Dengan gambar jangkauan informasi bisa lebih jauh. Gambar ini bisa dibawa-bawa dan disampaikan kepada orang lain. Selain itu informasi yang ada akan bertahan lebih lama. Beberapa gambar peninggalan zaman purba masih ada sampai sekarang sehingga manusia sekarang dapat (mencoba) memahami informasi yang ingin disampaikan pembuatnya.

Ditemukannya alfabet dan angka arabik memudahkan cara penyampaian informasi yang lebih efisien dari cara yang sebelumnya. Suatu gambar yang mewakili suatu peristiwa dibuat dengan kombinasi alfabet, atau dengan penulisan angka, seperti MCMXLIII diganti dengan 1943. Teknologi dengan alfabet ini memudahkan dalam penulisan informasi itu.

Kemudian, teknologi percetakan memungkinkan pengiriman informasi lebih cepat lagi. Teknologi elektronik seperti radio, televisi, komputer mengakibatkan informasi menjadi lebih cepat tersebar di area yang lebih luas dan lebih lama tersimpan.

 

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_informasi

Sejarah Visual Kei

Visual Kei merupakan penggabungan dari kata Visual(bahasa Inggris), dan Kei(bahasa Jepang) yang mempunyai arti ‘gaya’. Jika komunitas Punk berasal dari London, maka Visual kei berasal dari Jepang. Visual Kei (ヴィジュアル系, bijuaru kei) mengacu pada sebuah gerakan dalam J-Rock yang populer pada sekitar tahun 1990-an.

Gerakan ini ditandai dengan band yang mengenakan kostum dramatis dan imej visual untuk memperoleh perhatian. Di Jepang, penggemar band Visual Kei sebagian besar hampir selalu terdiri dari gadis remaja dan dipasarkan secara luas dalam bentuk merchandise anggota band itu sendiri. Di negara-negara lain, perbandingannya kecil secara kuantitas antara penganut Visual Kei kira-kira keseluruhan antara remaja putra dan putri.

Anggota band Visual Kei sering memakai make up yang mencolok, dengan gaya potongan rambut yang dramatis, yang mengingatkan pada “pita rambut” tahun 1980-an dan memakai kostum yang sangat rumit. Walaupun sebagian besar musisi adalah laki-laki. Anggota band sering bermake up dan memakai pakaian yang dapat dianggap sebagai feminin atau androgynous. Pada akhirnya sebagian band kembali pada image warna – warni dan fantastik yang populer sekitar 5 tahun lalu yang diinspirasi game RPGdan anime. Daya tarik kostum pada fans adalah dengan ditunjukkan oleh para gadis yang berpakaian cosplay sebagai anggota band favorit mereka, secara terpisah pada konser di Jepang, di Amerika pada acara-acara anime.

Band visual kei yang diartikan sebagai yang utama dari gaya visual, tidak mengacu pada jenis musik tertentu. Mereka sebagian memainkan musik rock, hard rock seperti Luna Sea, Dir en Grey, Penicillin, Due’le Quartz, Plastic Tree, musik gothic dan neoclassic seperti Malice Mizer, Moi Dix Mois, Rentrer en Soi, D’espairs Ray dan Phantasmagoria, Light Rock dan Pop seperti L’Arc~en~Ciel, Glay, Shazna dan musik heavy metal dan Ballad seperti X Japan, Loudness, Buck- Tick, Sex Machine Gun, selain itu musik industrial, punk, dan techno kadang – kadang juga masuk ke dalamnya. Dengan mengambil genre dalam arti yang luas, sebagian besar memutuskan memainkan beberapa jenis musik rock.

Pengamat barat seringkali kebingungan dalam membedakan Visual Kei Band dengan Band Gothic karena kadang-kadang penampilannya yang mirip dalam bermake up dan berpakaian, tetapi sebagian gothic Jepang tidak bisa memasukkan visual Kei menjadi Gothic, dan disana ada persilangan budaya kecil antara Visual Kei Jepang dan Gothic Jepang diluar model gothic lolita, yang mana dipengaruhi oleh subbudaya gothic.

Secara luas gerakan ini telah dimulai oleh X Japan pada tahun 1980-an, yang mengangkat tren dari pemanfaatan visual shock untuk memperoleh pengakuan dalam kancah musik independen.

Sumber : http://id.wikipedia.org/

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Cuma pengen mau ngasih tau kalau blog ini nantinya akan membahas tentang Visual Kei tapi nggak selamanya tentang V Kei jg sih ……. XD

Salam kenal ……

Arigatou Gozaimasu ………. 🙂